Kali ini kita akan memasuki materi inti dari bab pertama di
kelas 8 yaitu faktorisasi aljabar.
Untuk bisa menguasai materi ini ada baiknya sudah dikuasi terlebih dahulu
materi-materi mengenai sifat distributif satu kurung, sifat distributif dua kurung dan kemampuan menebak variasi angka.
Untuk pemfaktoran Aljabar minimal ada 3 tipe persmaan
kuadarat yang harus difaktorkan
Yang pertama adalah
pemfaktoran dari bentuk ax2 + bx + c
dengan a=1
Contoh x2 + 5x + 6
Tipe kedua adalah
tipe pemfaktoran dengan bentuk a2 – b2
Contoh : x2 – 16,
atau 4x2- 25
Utuk tipe kedua ciri dasarnya adalah bilangan pertama dan
kedua sama bisa diakarkan atau kelipatan dari bilangan yang bisa diakarkan
(dibahas lebih lanjut di sini).
Tipe ketiga adalah
pemfaktoran dari bentuk ax2 +
bx + c dimana a ≠ 1
Contoh : 2x2 + 11x + 12
Dari ketiga tipe pemfaktoran aljabar yang paling mudah
adalah pemfaktran tipe dua dengan syarat sudah mahir/hafal dengan bilangan
kuadrat minimal sampai angka 20.
Tipe pertama dan ketiga sama-sama membutuhkan kemampuan
menebak variasi angka. Walaupun untuk tipe ketiga memerlukan kemampuan yang
lebih tinggi karena angka yang terlibat biasanya jauh lebih besar.
Pada postingan ini yang akan dibahas adalah penyelasaiain
tipe pertama sedangkan tipe kedua dan ketiga akan dibahas di postingan
lainnya. Untuk tipe kedua bisa di klik
di sini sedangkan untuk tipe ketiga bisa di klik di sini.
Penyelesaian
Pemfaktoran Aljabar tipe pertama ax2
+ bx + c dengan a=1
Contoh : x2 +
5x + 6
Di sini kita melihat ke constanta dan koefisien x. Konstanta
6 dan koefisien x nya 5.
Kita mencari variasi 2 angka yang jika dikalikan 6 dan
dijumlahkan 5. Maka akan ditemukan jawabannya adalah 2 dan 3.
Dengan begitu ketika x2 + 5x + 6 di faktorkan menjadi
( x + 2) ( x + 3)
Contoh kedua : x2
+ 6x + 8
Variasi 2 angka apakah yang jika dikalikan 8 dan jika di
jumlahkan 6. Maka akan ditemukan jawabannya adalah 2 dan 4. Sehinnga jika difaktorkan x2 + 6x
+ 8 = ( x + 2) ( x + 4 )
Perhatikan hasil pemfaktoran ( x + 2) ( x + 4 ) jika
dijabarkan dengan menggunakan sifatdistributif dua kurung akan didapat x2
+ 4x + 2x + 8 = x2 + 6x + 8 (hasil akhirnya sama dengan bentuk aljabar
sebelum difaktorkan)
Contoh ketiga :
x2 – 7x + 12 = (angka yang jika dikalikan 12 dan
jika dijumlahkan -7. Jawabannya adalah -3 dan -4)
sehingga jika difaktorkan menjadi ( x -3) ( x-4 )
x2 – 7x +
12 = ( x -3) ( x-4 )
contoh keempat :
x2 – 3x – 10 = (angka apakah yang jika dikalikan
-10 dan jika dijumlahkan -3. Jawabannya
-5 dan 2)
sehingga jika difaktorkan akan menjadi ( x – 5) ( x + 2)
x2 – 3x – 10 = ( x – 5) ( x + 2)
Untuk penulisan pemfaktoran sebetulnya bisa dituliskan
dengan urutan yang berbeda namun tandanya harus tetap sama.
x2 – 3x – 10 = bisa difaktorkan menjadi ( x – 5) ( x + 2) atau
( x + 2) ( x – 5)
perhatikan walaupun urutannya berbeda angka 5 tetap tandanya
negatif dan angka 2 tetap tandanya positif.
x2 – 3x – 10 = ( x – 5) ( x + 2) = ( x + 2) ( x – 5)
Untuk mengecek pemahaman mengenai pemfaktoran tipe pertama
ini silahkan coba kerjakan latihan soal di bawah ini
x2 + 8x + 15 =
x2 + 7x + 10 =
x2 + 9x + 18 =
x2 – 6x + 5 =
x2 – 7x + 12 =
x2 – 8x + 16 =
x2 – 7x - 18
=
x2 – 3x – 18 =
x2 + 3x – 24 =
Cobalah mengerjakan secara mandiri terlebih dahulu. Jika sudah
dicoba mengerjakan dan ingin mengecek jawaban
bisa di cek di Jawaban Latihan Soal pemfaktoran Aljabar tipeI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar