PATV – Pangkat- Angka- Tanda-Varibel
PATV adalah singkatan dari empat komponen yang ada di dalam
Aljabar yaitu Pangkat, Angka, Tanda dan Variabel
.
Penting sekali untuk peka terhadap komponen PATV ini karena
banyak sekali kesalahan hitung atau kesalahan pengerjaan soal-soal Aljabar yang
diakibatkan tidak memperhatikan komponen Pangkat, Tanda, Angka dan Variabel.
Walaupun terlihat bukan hal yang penting kelalalain atau
kecerobohan dalam memperjatikan PATV ini bisa mengantarkan pada jawaban yang
salah. Tidak jarang pengerjaan soal bentuk Alajabar menjadi lama dan sulit
karena kesalahan tanda, kesalahn membaca pangkat, kesalahan menuliskan variabel
dan kesalahan menulis atau membaca angka.
Kesalahan umum yang berhubungan dengan Pangkat
·
Salah menuliskan/ membaca pangkat. Misal angka
yang seharusnya ditulis 23 diltulis menjadi 22.
·
Salah melakukan urutan pengerjaan yang berkatian
dengan pangkat. Contoh : (2 + 3)2 dohitung sebagai 4 + 9 .
Diapangkatkan terlebih dahulu baru kemudian dijumlahkan. Padahal seharusnya
jika penulisan kalimat matematikanya (2+3)2 maka seharusnya
dijumlahkan terlebih dahulu baru dipangkatkan.
·
Lupa menuliskan pangkat sebuah variabel. Hal ini
biisa berakibat fatal. Karena ketika kita lupa menuliskan pangkat suatu
variabel ini akan berakibat pada bisa atau tidaknya suatu suku aljabar dijumlahkan dengan suku lainnya
Selanjutnya kesalahan umum yang berhubungan dengan Angka
Pada umumnya kesalahan kesalahan
yang berhubungan dengan angka disebabkan kebiasaan menulis yang terburu-buru
atau tidak rapih, sehingga menyebabkan penulisan angka 0 yang menyerupai angka
6 atau sebaliknya. Angka satu yang menyerupai angka 7. Atau angka 2 yang
menyeripai angka 7. Kemudian angka 4 yang tertukar dengan 9. Dan terkadang
angka 5 yang etrtukar dengan 3.
Cara menghindariny adalah dengan
memperbaiki tulisan atau dengan memberikan ciri khas pada penulisan setiap
angka yang ada sehingga kecil kemungkinannya ada angka yang tertukar dari angka
0 – 9.
Kesalahan umum yang berkaitan dengan Tanda
Diantara keempat kesalahan yang
ada. Kesalahan karena ketidakpekaan terhadap tanda suatu angka, adalah
kesalahan yang paling umum dan paling sering terjadi. Banyak kesalahan hitung
yang disebabkan karena kesalahan memahami tanda atau menuliskan tanda.
Jika telah mempelajari tentang bilangan bulat
seharusnya sudah mengetahui bahwa angka itu ada yang positif dan ada yang
negatif.
Hal ini bisa jadi karena kita banyak
diantara kita tidak diberikan pemahaman yang benar sejak dini mengenai konsep
tanda ini.
Di sekolah dasar biasanya kita
mengenal tanda negatif hanya jika memiliki tanda minus dalam kurung. Misal 8 –
3. Biasanya kalimat matematika tersebut dijelaskan sebagai angka 8 dikurangi 3
positif. Padahal jika dijelaskan secara
mendetail itu adalah 8 postif negatif 3.
Lebih sederhananya bahwa tanda kurang menunjukan bahwa angka 3 itu adalah angka negatif .
Lebih sederhananya bahwa tanda kurang menunjukan bahwa angka 3 itu adalah angka negatif .
Penting sekali untuk bisa memahami
dan mengenali tanda ini. Karena itu saya coba tegaskan kembali mengenai Angka
Positif dan Angka Negatif +
Angka negatif adalah angka yang didahuli tanda kurang(minus) atau tanda kurung negatif
Misal : 8 – 7 angka 7 disamping
didahulu tanda kurang sehingga angka tersebut negatif
-3 + 8, angka 3 disamping negatif karena
didahului tanda kurang
5 + (-4) angka 4 disamping negatif
karena memiliki tanda kurung negatif.
Bilangan negatif yang berada di
awal kalimat matematika biasanya tidak diberikan tanda kurung. Walaupun begitu -3
+ 8 tidak masalah jika dituliskan (-3) + 8.
Akan tetapi pada kasus 5 + (-4)
tidak boleh dituliskan tanpa kurung menjadi 5 + - 4, karena jika ditulis tanpa
kurung akan sangat membingungkan menentukan pengerjaan operasi yang
sesungguhnya diminta.
Angka Postif adalah angka yang tidak didahului tanda kurang atau tanda kurung negatif. .
Contoh : 4 – 3 . angka empat adalah
angka positif walaupun tidak ada tanda positif sebelumnya.
Selain diakibatkan kesalahan
menuliskan tanda, atau mengenali tanda. Kesalahan umum lainnya yang berhubungan
dengan tanda adalah salah memahami tanda dobel. Yang dimaksud tanda dobel
adalah
4 – (-5 ) disitu ada tanda dobel
(yang terdiri dari dua tanda negatif) sehingga operasi sebenarnya adalah
penjumlahan atau tanda sebenarnya dari angka 5 adalah positif
4 - (-5) = 4 + 5 = 9
Sebaliknya Pada 4 + (-5) terdapat tanda dobel juga yang terdiri dari tanda
positif dan negatif. Dimana operasi yang sebenarnya adalah pengurangan, atau
tanda sebenarnya dari 5 adalah negatif
4 + (-5) = 4 – 5 = -1
Terakhir kesalahan umum yang berhubungan dengan Variabel
Kesalahan biasanya disebabkan lupa
menuliskan variabel, atau salah menuliskan variabel misal seharusnya menuliskan
variabel x karena terburu-buru yang tertulis jadi y.
Selain itu kesalahan karena penulisan
pangkat pada variabel. Sehingga menyebabkan variabel yang seharusnya tidal bisa
dijumlahkan menjadi bisa dijumlahkan
Contoh : seharusnya ditulis x3
+ 2x2 + 3x + 6
Namun karena kurang teliti kita
menulis nya x3 + 2x + 3x + 6 sehingga suku 2x dan 3x memiliki
varibael yang sama dan bisa dijumlahkan akhirnya kita menghitungnya dan
mendapatkan hasil akhir x3 + 5x + 6 padahal seharusnya kedua suku
tadi memiliki variabel yang berbeda dan tidak bisa dijumlahkan
Penutup penting sekali untuk peka
terhadap unsur-unsur PATV. Walaupun kesalahan itu tetap akan terjadi, tetapi
jika kita sudah terbiasa benar-benar memperhatikan dan peka terhadap unsur
PATV, bisa membantu kita menurunkan jumlah kesalahan yang terjadi.
Jadi saat mempelajari dan mengerjakan
soal-soal Aljabar selalu perhatikanlah PATV
Pangkat, Angka, Tnda dan Variabel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar