Selasa, 12 Juli 2016

PATV – Pangkat- Angka- Tanda-Varibel

PATV – Pangkat- Angka- Tanda-Varibel


PATV adalah singkatan dari empat komponen yang ada di dalam Aljabar yaitu Pangkat, Angka, Tanda dan Variabel .
 
Penting sekali untuk peka terhadap komponen PATV ini karena banyak sekali kesalahan hitung atau kesalahan pengerjaan soal-soal Aljabar yang diakibatkan tidak memperhatikan komponen Pangkat, Tanda, Angka dan Variabel. 

Walaupun terlihat bukan hal yang penting kelalalain atau kecerobohan dalam memperjatikan PATV ini bisa mengantarkan pada jawaban yang salah. Tidak jarang pengerjaan soal bentuk Alajabar menjadi lama dan sulit karena kesalahan tanda, kesalahn membaca pangkat, kesalahan menuliskan variabel dan kesalahan menulis atau membaca angka. 

Kesalahan umum yang berhubungan dengan Pangkat

·         Salah menuliskan/ membaca pangkat. Misal angka yang seharusnya ditulis 23 diltulis menjadi 22.
·         Salah melakukan urutan pengerjaan yang berkatian dengan pangkat. Contoh : (2 + 3)2 dohitung sebagai 4 + 9 . Diapangkatkan terlebih dahulu baru kemudian dijumlahkan. Padahal seharusnya jika penulisan kalimat matematikanya (2+3)2 maka seharusnya dijumlahkan terlebih dahulu baru dipangkatkan.
·         Lupa menuliskan pangkat sebuah variabel. Hal ini biisa berakibat fatal. Karena ketika kita lupa menuliskan pangkat suatu variabel ini akan berakibat pada bisa atau tidaknya suatu suku aljabar dijumlahkan dengan suku lainnya

Selanjutnya kesalahan umum yang berhubungan dengan Angka

Pada umumnya kesalahan kesalahan yang berhubungan dengan angka disebabkan kebiasaan menulis yang terburu-buru atau tidak rapih, sehingga menyebabkan penulisan angka 0 yang menyerupai angka 6 atau sebaliknya. Angka satu yang menyerupai angka 7. Atau angka 2 yang menyeripai angka 7. Kemudian angka 4 yang tertukar dengan 9. Dan terkadang angka 5 yang etrtukar dengan 3. 

Cara menghindariny adalah dengan memperbaiki tulisan atau dengan memberikan ciri khas pada penulisan setiap angka yang ada sehingga kecil kemungkinannya ada angka yang tertukar dari angka 0 – 9. 

Kesalahan umum yang berkaitan dengan Tanda

Diantara keempat kesalahan yang ada. Kesalahan karena ketidakpekaan terhadap tanda suatu angka, adalah kesalahan yang paling umum dan paling sering terjadi. Banyak kesalahan hitung yang disebabkan karena kesalahan memahami tanda atau menuliskan tanda. 

 Jika telah mempelajari tentang bilangan bulat seharusnya sudah mengetahui bahwa angka itu ada yang positif dan ada yang negatif. 

Hal ini bisa jadi karena kita banyak diantara kita tidak diberikan pemahaman yang benar sejak dini mengenai konsep tanda ini. 

Di sekolah dasar biasanya kita mengenal tanda negatif hanya jika memiliki tanda minus dalam kurung. Misal 8 – 3. Biasanya kalimat matematika tersebut dijelaskan sebagai angka 8 dikurangi 3 positif.  Padahal jika dijelaskan secara mendetail itu adalah 8 postif negatif 3.

Lebih sederhananya bahwa tanda kurang menunjukan bahwa angka 3 itu adalah angka negatif .
Penting sekali untuk bisa memahami dan mengenali tanda ini. Karena itu saya coba tegaskan kembali mengenai Angka Positif dan Angka Negatif  +

Angka negatif adalah angka yang didahuli tanda kurang(minus) atau tanda kurung negatif

Misal : 8 – 7 angka 7 disamping didahulu tanda kurang sehingga angka tersebut negatif
 -3 + 8, angka 3 disamping negatif karena didahului tanda kurang
5 + (-4) angka 4 disamping negatif karena memiliki tanda kurung negatif.
Bilangan negatif yang berada di awal kalimat matematika biasanya tidak diberikan tanda kurung. Walaupun begitu -3 + 8 tidak masalah jika dituliskan (-3) + 8.
Akan tetapi pada kasus 5 + (-4) tidak boleh dituliskan tanpa kurung menjadi 5 + - 4, karena jika ditulis tanpa kurung akan sangat membingungkan menentukan pengerjaan operasi yang sesungguhnya diminta.

Angka Postif adalah angka yang tidak didahului tanda kurang atau tanda kurung negatif. .

Contoh : 4 – 3 . angka empat adalah angka positif walaupun tidak ada tanda positif sebelumnya.  
Selain diakibatkan kesalahan menuliskan tanda, atau mengenali tanda. Kesalahan umum lainnya yang berhubungan dengan tanda adalah salah memahami tanda dobel. Yang dimaksud tanda dobel adalah
4 – (-5 ) disitu ada tanda dobel (yang terdiri dari dua tanda negatif) sehingga operasi sebenarnya adalah penjumlahan atau tanda sebenarnya dari angka 5 adalah positif
4 - (-5) = 4 + 5 = 9
Sebaliknya Pada 4 + (-5) terdapat  tanda dobel juga yang terdiri dari tanda positif dan negatif. Dimana operasi yang sebenarnya adalah pengurangan, atau tanda sebenarnya dari 5 adalah negatif
4 + (-5) = 4 – 5 = -1

Terakhir kesalahan umum yang berhubungan dengan Variabel

Kesalahan biasanya disebabkan lupa menuliskan variabel, atau salah menuliskan variabel misal seharusnya menuliskan variabel x karena terburu-buru yang tertulis jadi y.
Selain itu kesalahan karena penulisan pangkat pada variabel. Sehingga menyebabkan variabel yang seharusnya tidal bisa dijumlahkan menjadi bisa dijumlahkan 

Contoh : seharusnya ditulis x3 + 2x2 + 3x + 6
Namun karena kurang teliti kita menulis nya x3 + 2x + 3x + 6 sehingga suku 2x dan 3x memiliki varibael yang sama dan bisa dijumlahkan akhirnya kita menghitungnya dan mendapatkan hasil akhir x3 + 5x + 6 padahal seharusnya kedua suku tadi memiliki variabel yang berbeda dan tidak bisa dijumlahkan

Penutup penting sekali untuk peka terhadap unsur-unsur PATV. Walaupun kesalahan itu tetap akan terjadi, tetapi jika kita sudah terbiasa benar-benar memperhatikan dan peka terhadap unsur PATV, bisa membantu kita menurunkan jumlah kesalahan yang terjadi.

Jadi saat mempelajari dan mengerjakan soal-soal Aljabar selalu perhatikanlah PATV
Pangkat, Angka, Tnda dan Variabel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar